Rabu, 19 Agustus 2020

Apasih Dampaknya COVID-19 dalam sudut pandang Teknologi, Sosial, Ekonomi, dan Kesehatan dan apa benefitnya?

 

Apasih Dampaknya COVID-19 dalam sudut pandang Teknologi, Sosial, Ekonomi, dan Kesehatan dan apa benefitnya?

 

Latar Belakang

Asal mula kasus ini berasal dari Wuhan Cina dan yang diduga virus tersebut berasal dari pasar di Wuhan yang menjual daging hewan seperti trenggiling dan kelelawar,  yang tidak lazim bagi kita tetapi lazim bagi penduduk Cina, dan keterkaitannya dengan tradisi turun temurun dari warga Cina tersebut. Diduga dari kelelawar munculnya virus corona yang telah berevolusi hingga dapat menjangkit manusia. Tetapi sempat beredar kabar bahwa COVID-19 ini berasal dari tangan manusia atau buatan manusia yang sengaja dijadikan senjata biologis, dan tudingan terhadap Cina serta Amerika pun banyak muncul karena kedua negara tersebut adalah negara adidaya. Ada juga `konspirasi lainnya yaitu COVID-19 ini digunakan untuk mengurangi jumlah populasi manusia oleh kelompok elit dunia. Terlepas dari teori konspirasi itu semua, para peneliti mengungkapkan bahwa virus corona ini tidak ada bukti bahwa itu buatan manusia. Seperti pernyataan dari Kristian Andersen PhD, Associate Professor Imunologi dan Mikrobiologi di Scripps Research menyatakan bahwamereka telah membandingkan dan data sekuens genom yang tersedia untuk strain coronavirus yang telah diketahui. Serta para peneliti dengan dipimpin oleh Shan-Lu Liu di Ohio State University mengatakan bahwa dengan penelitian yang mereka lakukan tidak ada bukti yang membuktikan bahwa virus ini adalah buatan manusia serta tidak ada bukti kredibel virus ini dibuat secara genetic, mereka juga telah mengurutkan genom coronavirus, terbukti bahwa virus corona merupakan anggota atau keluarga besar (famili) dari virus yang dapat menyebarkakan secara luas dan cepat, kesimpulan dari Serta para peneliti dengan dipimpin oleh Shan-Lu Liu di Ohio State University bahwa virus corona merupakan virus yang murni dari alam atau yang berasal dari kelelawar dan bukan ciptaan maupun buatan yang disengaja dibuat oleh manusia.

Virus corona menjadi salah satu kasus dinyatakan WHO sebagai pandemik global yaitu dengan adanya Coronavirus  atau yang kerap disebut COVID-19. COVID-19 merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat yang dapat membuat banyak kasus di dunia yang dampaknya  membawa kedaruratan kesehatan bagi penduduk bumi. Hampir diseluruh negara ada penduduknya yang positif COVID-19. Dampaknya bisa dirasakan oleh banyak bidang dalam kehidupan seperti diberlakukan physical distancing yang berdampak banyak hal seperti segalanya yang mengumpulkan banyk orang ditutup karena anjuran pemerintah untuk menekan penyebaran rantai COVID-19, seperti kafe, rumah makan, bisokop, rumah ibadah pun sekarang diberlakukan kebaktian online atau ibadah online, bahkan pada ramadhan ini beberapa wilayah yang terkena zona merah warga diharapkan taraweh dirumah untuk tetap menghindari penyebaran COVID-19.

Contoh lainnya yang dapat dilihat atau tertuang dalam trigatra maupun pancagatra.Trigatra meliputi kekayaan alam, demografi atau kependudukan dan geografi. Serta Pancagatra yang meliputi aspek dibidang social, budaya, ekonomi, pertahanan dan ekonomi. Terlepas dari dampak yang dirasakan pada trigatra serta pancagatra, dampak tersebut juga memengaruhi bidang pendidikan, yang sekarang diberlakukan sistem daring atau sekolah online maupun kuliah online yang banyak mengundang polemik, dan hambatan-hambatan dalam menjalankan pendidikan. Dari peristiwa seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makasar jurusan PGSD meninggal ketika sedang mencari jaringan atau koneksi internet yang bagus demi menjalankan kuliah online yag tengah banyak diberitakan di media. Selain itu banyak mahasiswa mengalami gejala stress karena kuliah online, karena tugas semakin membludak,masalah kouta internet, kurang paham dengan materi yang diberikan.

Gejala dari covid-19 ini yaitu sang pengida merasakan demam yang suhunya mencapai atau bisa lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, dan sesak nafas. Virus keluar dengan melalui bersin, batuk tanpa menutup mulut yang bisa menyebarkan virus tersebut ke objek terdekat, secara langsung ini berkaitan dengan tata etika ketika batuk kita harus menutupnya dengan tangan/lengan/tissue. Dengan etika yang berlaku di masyarakat yang selalu diterapkan secara tidak langsung bisa menghambat penyebaran virus ini. Dan untuk upaya pencegahan tertularnya virus ini kita harus menggunakan masker, sekarang pemerintah sangat menekankan maupun menganjurkan  penggunaan masker demi menekan rantai mata virus bahkan ada sanksi yang berlaku bila ada seseorang yang berada di luar tidak menggunakan masker. Penggunaan masker bukan untuk melindungi kita tetapi juga ikut melindung orang disekitar kita atau orang dekat kita seperti keluarga, jika  tidak menggunakan masker dan terinfeksi virus ini maka akan merugikan diri sendiri dan merugikan orang yang ada disekitar kita. Upaya lainnya adalah physical distancing atau jaga jarak antar individu demi menghindari penyebaran virus atau memperlambat penyebaran covid-19 ini.

Table 1 (Data Terbaru Kasus COVID-19 di Indonesia)

KETERANGAN

JUMLAH

Positif

143.043

Dirawat

40.460

Meninggal

6.277

Sembuh

96.306

 

 

 

 

`                                   sumber: https://www.kompas.com/

1.      Teknologi

Kondisi saat ini, ditengah pandemic COVID-19 yang terus merajalelaa di dunia ini menyebabkan, orang yang kurang peka terhadap teknologi khususnya sangat mengalami kebingungan atau gaptek, jadi perlu waktu untuk menyesuaikan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat saat ini, seperti contohnya orang tua yang sebelumnya tidak tahu menahu soal aplikasi untuk pembelajaran di era digitalisasi ini menjadi melek karena dituntut dengan sendirinya untuk paham terhadap hal tersebut, karena bila orang tua yang memiliki anak pasti di masa pandemic ini menggunakan sistem online yang menggunakan aplikasi android maupun ios untuk mengakses mata pelajaran serta untuk mengumpulkan tugas mata pelajaran anaknya. Bukan hanya orang tua tetapi guru maupun dosen yang belum menerapkan sistem daring sebagai media pembelajaran maupun pengumpulan tugas, dituntut sedemkian juga untuk segera menyesuaikan dengan teknologi di era digitalisasi yang semuanya semakin sederhana dengan ponsel yang ada melalui aplikasi maupun web untuk mengakses ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Karena perkembangan teknologi yang pesat dan sangat cepat masih banyak orang yang belum bisa untuk beradaptasi atau untuk mempelajari suatu hal yang baru khususnya teknologi yang anggapannya dimasyarakat adalah rumit, tetapi sebenarnya teknologi membuat hal yang rumit menjadi sederhana, karena fungsi teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi adalah yang digunakan untuk mengolah, mendapatkan, memproses, menyusun, menyimpan, dan memanipulasis data untuk kepentingan- keentingan tertentu. Teknologi tentunya mempunyai dampak postif dan negatif dalam pelaksanaanya. Adapun dampak negatif dalam teknologi berbentuk ponsel atau cellphone yang terjadi pada masa pandemic COVID-19 ini yaitu dampak dari penggunaan layanan video seperti Zoom/Google Meet/Microsoft Teams menurut laporan terbaru dari Check Point Research dilansir di The Verge Selasa (12/5/2020). Karena banyaknya yang menggunakan layanan aplikasi tersebut banyak domain dari hacker yang dibuat, dan domain tersebut bisa digunakan sebagai tautan resmi, yang dapat menjebak prang agar mengunduh Malware atau meretas akses informasi pribadi. Pada tiga minggu terakhir, alikasi zoom 2,449 domain terkait zoom terdaftar, serta Check Point Research menetapkan bahwa 32 domain tersebut berbahaya dan 320 lainnya mencurigakan. Dari sinilah dampak negative dari teknologi yang bisa rasakan oleh korban, sehingga perusahaan aplikasi tersebut harus memberikan perlindungan penuh terhadap pengguna atau pelanggannya. Dampak negatif yang lain yaitu dengan cepatnya penyebaran informasi seperti hoax seputar COVID-19 khususnya karena salah satu yang disorot secara massif serta terfokus.Yang dilansir dari www.kominfo.go.id "Pagi ini ada 474 isu hoaks secara kumulatif, dan secara keseluruhan ada di sebaran 1.000 lebih isu hoaks di platform digital," kata Menkominfo Johnny G Plate saat konfrensi pers virtual di Gedung BNPB, Rabu (8/4). Serta "Kami sampaikan secara keseluruhan ada 1.125 hoaks, kami telah menyampaikannya ke masing-masing platform digital global. Seperti 785 hoaks di facebook, instagram 10 , twitter 324, youtube 6," kata Johnny G Plate.

 Adapun juga dampak positif dari teknologi di masa pandemic ini adalah, kita teta bisa melakukan interaksi social secara online , karena kenyataannya COVID-19 menyebabkan menurunnya atau memudarkan interaksi social yang secara alami sangat dibutuhkan manusia, karena kita ini makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa keberadaan manusia lain, kita bisa melakukan interaksi melalui Instagram, Whatsapp, Line, serta seminar maupun kelas online bisa diakses atau dapat tatap muka melalui Zoom, Google meet, Hangout terlepas dari dampak negatifnya, dan kita sebagai siswa atau mahasiswa kita mengumpulkan tugas dapat secara online dengan aplikasi seperti Edmodo, Eoogle classroom, dsb. Dampak positif teknologi juga bisa mendukung anjuran pemerintah untuk “stay at home” atau dirumah saja, karena demi memutus mata rantai COVID-19, maupun menekan angka positif COVID-19 di Indonesia dengan melakukan belanja online untuk menggantikan belanja di mall untuk sementara waktu, karena untuk sementara waktu akan ditutup, ini menyebabkan juga dampaknya merembet atau menyentuh bidang ekonomi para pengusaha offline . Teknologi yang berdampak positif bagi kelangsungan pendidikan di pandemi, seperti halnya siswa maupun mahasiswa banyak yang banyak membeli kouta untuk tetap bisa berkuliah online dan itu dilakukan dengna frekuensi yang sering dampaknya dapat menguras kantong atau uangnya dengan ketidakadanya pemasukan, jika bagaimana ada orang tua yang telah di PHK dari perusahaan, pasti sangat sulit sekali pada masa ini. Tetapi banyak pihak yang berkontribusi demi kelancaran pendidikan ditengah pandemi ini, seperti bantuan kouta pada masing-masing universitas, bahkan tutur Mendkbud Nadiem bahwa guru dan siswa dapat membeli kouta internet mengginakan dana BOS, kartu perdana indosat juga turut berkontribusi untuk melancarkan kegiatan sekolah online maupun kuliah online, dengan memberikan banyak kouta bagi pelanggannya, karena saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) atau proses.

2.      Kesehatan

Kesehatan adalah suatu hal yang terpenting bagi manusia yang merupakan kegiatan sejahtera dari badan, jiwa dan social. Tentu kesehatan menjadi yang terutama bagi manusia, karena dengan sehat manusia bisa terus beraktivitas dalam menunjang kehidupannya, jika saja terjadi gangguan kesehatan pada manusia maka bisa dipastikan sangat mengganggu kegiatan maupun aktivitas manusia, seperti bekerja, belajar, atau melakukan kegiatan lainnya. Karena ketika terjadi gangguan kesehatan pada manusia maka manusia memerlukan yang namanya pengobatan dan pemulihan. Itu sangat memakan waktu untuk kembali hidup normal dalam menjalankan aktivitas normalnya. Dengan demikian, peka terhadap kesehatan sangat diharuskan oleh semua orang, dengan menjaga pola makan, serta kegiatan olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu ciri dari kesehatan yaitu kebersihan, dengan itu kita bisa menjaga tubuh kita untuk tetap sehat. Tetapi masih banyak manusia yang belum menjaga kebersihan lingkungannya yang sejatinmya tahu bahwa ketidakbersihan atau kekumuhan bisa membuat penyakit bagi lingkungan sekitar.

           Dengan pandemic COVID-19 ini kita belajar bahwa pentingnya kebersihan untuk penunjang kesehatan manusia. Yang sebelumnya belum peka terhadap kebersihan maupun acuh-tak acuh terhadap kebersihan, dengan adanya COVID-19 masyarakat bisa belajar untuk selalu menjaga diri serta lingkungannya bersih demi terhindarnya dari penyakit. Bahkan menjadi sangat protektif terhadap dirinya, seperti penggunaan masker dan sering mencuci tangan dengan sabun, maupun sedia hand sanitizer untuk membersihkan kuman, baketeri, bahkan virus yang nmenempel ada tangan. Dengan adanya pandemic ini menjaga tangan agar tetap bersih dapat menjadi culture pada kehidupan masyarakat. Serta senantiasa menggunakan masker untuk menghindari virus, baketri, maupun bisa mencegah terkontaminasinya paru-paru terhadap debu dan lain-lain yang ada diudara yang berdampak negatif bagi tubuh. Dengan adanya pandemic ini, pemerintah menganjurkan untuk seluruh toko, rumah makan, dll, untuk menyediakan air dan sabun untuk cuci tangan ataupun menyediakan hand sanitizer , setiap orang yang pergi untuk melakukan sesuatu dituntut untuk cuci tangan atau membersihkan tangan, ini akan membiasakan orang untuk selalu menjaga tangannya tetap dalam keaadaan bersih.

           Selain itu kesehatan kita bisa menjaga kesehatan dengan cara mengonsumsi makanan maupun minuman yang begizi dan berbenefit baik bagi tubuh. Atau yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh seperti vitamin, mineral, dll.

 

                                     

3.      Sosial

Manusia mempunyai status yaitu makhluk social yang pada dasarnya tidak bisa hidup tanpa orang lain disekitarnya, mengapa demikian? Karena manusia selalu melakukan kontak individu antar individu, individu antar kelompok dan saling melakukan interaksi social antara kedua subjeknya. Setiap sendi kehidupan masyarakat selalu mengalami suatu perubahan. Salah satu perubahan yang sering terjadi di kehidupan masyarakat ialah perubahan social, Perubahan social merupakan pendekatan sosiologi, yang mempunyai makna yaitu suatu perubahan yang mempengaruhi suatu sistem social, perilaku, nilai-nilai sikap dalam suatu kelompok masyarakat, oleh karena itu, perubahan-perubahan itu terjadi kemudian yang turut serta memengaruhi segi struktur dengan masyarakat lainnya. Salah satu kasus dinyatakan WHO sebagai pandemic global yaitu dengan adanya Coronavirus  atau yang kerap disebut Covid-19. Covid-19 merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat yang dapat membuat banyak kasus di dunia. Dengan kasus ini yang membawa kedaruratan kesehatan penduduk bumi, kita dapat melihat bahwa benang merah antara kasus Covid-19 dan dampaknya terutama dibidang social karena penyebarannya yang cepat melalui kontak manusia antar manusia. Dengan social media banyak orang yang sangat bersimpati terhadap korban covid-19 dengan berdonasi melalui social media seperti youtube, instagram dll. Bukan hanya peduli dengan korban dari covid-19, namun penggalangan dana itu ada yang melakukan untuk membagikan masker dan hand sanitizer kepada publik untuk mengaplikasikan upaya pencegahan covid-19 yang semaki hari korbannya positifnya semkin meningkat. Penggalangan dana atau donasi juga dilakukan untuk memenuhi APD (Alat Pelindung Diri) yang cadangannya kurang memadai untuk tim medis, yang diperlukan seperti masker n95 atau ekuivalen, baju hizmut, pelindung mata, apron, penutup kepala, sarung tangan sekali pakai. Itulah kekuataan social yang berbasis teknologi atau media social. Jadi, dari andemi COVID-19 ini kita bisa sadar bahwa kita makhluk social yang membutuhkan orang lain, contohnya artis yang megadakan konser di social media untuk penggalangan dana, mereka juga membutuhkan patner atau artis lainnya untuk melaksanakan programnya, dan tentunya audience sasarannya, jadi betapa saling ketergantungannya kita sebagai manusia.

 

4.      Ekonomi

Pandemi global yakni wabah covid-19 yang sangat dapat mengubah suatu tatanan ekonomi yang bukan hanya Cina sebagai asal dari virus tersebut tetapi hampir seluruh negara merasakan dampak ekonomi dari wabah covid-19 ini. Banyak usaha yang sepi bahkan tidak menutup kemungkinan gulung tikar karena tidak adanya pemasukan, yang ada hanya pengeluaran, jika dalam jangka waktu yang lama dalam dunia perekonomian dunia dapat mengakibatkan semakin lemahnya ekonomi baik mikroekonomi maupun makroekonomi suatu negara. Dan jalur distribusi logistic menjadi sangat terganggu, bila dalam jangka waktu yang lama ekonomi Indonesia bisa sangat buruk ditambah lagi masalah ekonomi yang sebelum adanya wabah covid-19 ditambah dengan kasus pandemic ini. Serta dampak kerugiaan seluruh negara akibat wabah ini bisa sangat merugikan dan menambah beban, pemulihan ekonomi tidak sebentar atau mudah hanya dengan memutartelapak tangan, karena menstabilkan ekonomi khususnya di Indonesia yang jumlah penduduknya banyak danwilayahnya luat, pemerataan ekonomi un menjadi terganggu. Bila kasus pandemic covid-19 ini dibandingkan dengan kasus wabah SARS 2002 – 2003 yang juga berasal dari Cina, dampak negatiof dalam perekonomian akan jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kasus SARS. Karena Covid-19 memang benar massif penyebarannya bahkan hampuir seluruh negara di dunia.

Berdasarkan kategori barang konsumsi, barang modal, serta bahan baku sepanjang bulan Januari hingga Desember 2019, sangat jelas ketergantungan Indonesia terhadap Cina. Dari ketiga kategori tersebut barang-barang yang diimpor dari Cina sebanyak 37% barang konsumsi, 25% bahan baku penolong, dan 44% barang modal jelas diimpor dari China.

 

Dalam hal investasi langsung, selama 5 tahun terakhir (2016—2019), Indonesia menerima investasi China sebesar US$13,2 miliar serta menjadi peringkat ketiga terbesar bagi Indonesia.  Dampak dari kelangkaan bahan baku yang masih ketergantungan dengan Cina, maka kasus ini akan membawa dampak atau gangguan bagi industry manufaktur. Serta berdampak kenaikan inflasi yang tinggi, inflasi dapat terjadi karena kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation) , serta inflasi  karena bertambahnya atau naiknya Uang yang beredar (Quantity Theori Inflation).

Di sisi lain, dengan inflasi yang tinggi, tentu rumah tangga akan menurunkan bkonsumsinya. Padahal kontribusi terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini adalah konsumsi rumah tangga. Disamping itu, inflasi yang tinggi bisa mengakibatkan rumah tangga akan menurunkan konsumsinya. Sementara itu kontribusi yang terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini adalah konsumsi rumah tangga. Melihat dampak negatif dari pandemi ini dapat menyebabkan kemerosotan ekonomi, dan kerugiannya sangat massif, terutama di bidang ekonomi, sebagai idang yang sangat penting di suatu negara.

 

 

 

 

Sumber:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/25831/kominfo-temukan-1125-hoaks-di-medsos-terkait-corona/0/sorotan_media 

https://m.liputan6.com/bola/read/4221324/asal-usul-virus-corona-covid-19-apakah-dari-alam-atau-laboratorium

https://m.wartaekonomi.co.id/berita285250/waspada-hacker-gunakan-link-zoom-google-meet-dan-microsoft-teams-palsu