Apasih Dampaknya COVID-19 dalam sudut
pandang Teknologi, Sosial, Ekonomi, dan Kesehatan dan apa benefitnya?
Latar
Belakang
Asal
mula kasus ini berasal dari Wuhan Cina dan yang diduga virus tersebut berasal
dari pasar di Wuhan yang menjual daging hewan seperti trenggiling dan
kelelawar, yang tidak lazim bagi kita
tetapi lazim bagi penduduk Cina, dan keterkaitannya dengan tradisi turun
temurun dari warga Cina tersebut. Diduga dari kelelawar munculnya virus corona
yang telah berevolusi hingga dapat menjangkit manusia. Tetapi sempat beredar
kabar bahwa COVID-19 ini berasal dari tangan manusia atau buatan manusia yang
sengaja dijadikan senjata biologis, dan tudingan terhadap Cina serta Amerika
pun banyak muncul karena kedua negara tersebut adalah negara adidaya. Ada juga `konspirasi
lainnya yaitu COVID-19 ini digunakan untuk mengurangi jumlah populasi manusia
oleh kelompok elit dunia. Terlepas dari teori konspirasi itu semua, para
peneliti mengungkapkan bahwa virus corona ini tidak ada bukti bahwa itu buatan
manusia. Seperti pernyataan dari Kristian Andersen PhD, Associate Professor
Imunologi dan Mikrobiologi di Scripps Research menyatakan bahwamereka telah
membandingkan dan data sekuens genom yang tersedia untuk strain coronavirus
yang telah diketahui. Serta para peneliti dengan dipimpin oleh Shan-Lu Liu di
Ohio State University mengatakan bahwa dengan penelitian yang mereka lakukan tidak
ada bukti yang membuktikan bahwa virus ini adalah buatan manusia serta tidak
ada bukti kredibel virus ini dibuat secara genetic, mereka juga telah
mengurutkan genom coronavirus, terbukti bahwa virus corona merupakan anggota
atau keluarga besar (famili) dari virus yang dapat menyebarkakan secara luas
dan cepat, kesimpulan dari Serta para peneliti dengan dipimpin oleh Shan-Lu Liu
di Ohio State University bahwa virus corona merupakan virus yang murni dari
alam atau yang berasal dari kelelawar dan bukan ciptaan maupun buatan yang
disengaja dibuat oleh manusia.
Virus
corona menjadi salah satu kasus dinyatakan WHO sebagai pandemik global yaitu
dengan adanya Coronavirus atau yang
kerap disebut COVID-19. COVID-19 merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat
yang dapat membuat banyak kasus di dunia yang dampaknya membawa kedaruratan kesehatan bagi penduduk bumi.
Hampir diseluruh negara ada penduduknya yang positif COVID-19. Dampaknya bisa
dirasakan oleh banyak bidang dalam kehidupan seperti diberlakukan physical distancing yang berdampak
banyak hal seperti segalanya yang mengumpulkan banyk orang ditutup karena
anjuran pemerintah untuk menekan penyebaran rantai COVID-19, seperti kafe,
rumah makan, bisokop, rumah ibadah pun sekarang diberlakukan kebaktian online
atau ibadah online, bahkan pada ramadhan ini beberapa wilayah yang terkena zona
merah warga diharapkan taraweh dirumah untuk tetap menghindari penyebaran
COVID-19.
Contoh
lainnya yang dapat dilihat atau tertuang dalam trigatra maupun
pancagatra.Trigatra meliputi kekayaan alam, demografi atau kependudukan dan
geografi. Serta Pancagatra yang meliputi aspek dibidang social, budaya,
ekonomi, pertahanan dan ekonomi. Terlepas dari dampak yang dirasakan pada
trigatra serta pancagatra, dampak tersebut juga memengaruhi bidang pendidikan,
yang sekarang diberlakukan sistem daring atau sekolah online maupun kuliah
online yang banyak mengundang polemik, dan hambatan-hambatan dalam menjalankan
pendidikan. Dari peristiwa seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah (Unismuh)
Makasar jurusan PGSD meninggal ketika sedang mencari jaringan atau koneksi
internet yang bagus demi menjalankan kuliah online yag tengah banyak
diberitakan di media. Selain itu banyak mahasiswa mengalami gejala stress
karena kuliah online, karena tugas semakin membludak,masalah kouta internet,
kurang paham dengan materi yang diberikan.
Gejala
dari covid-19 ini yaitu sang pengida merasakan demam yang suhunya mencapai atau
bisa lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, dan sesak nafas. Virus keluar
dengan melalui bersin, batuk tanpa menutup mulut yang bisa menyebarkan virus
tersebut ke objek terdekat, secara langsung ini berkaitan dengan tata etika
ketika batuk kita harus menutupnya dengan tangan/lengan/tissue. Dengan etika
yang berlaku di masyarakat yang selalu diterapkan secara tidak langsung bisa
menghambat penyebaran virus ini. Dan untuk upaya pencegahan tertularnya virus
ini kita harus menggunakan masker, sekarang pemerintah sangat menekankan maupun
menganjurkan penggunaan masker demi
menekan rantai mata virus bahkan ada sanksi yang berlaku bila ada seseorang
yang berada di luar tidak menggunakan masker. Penggunaan masker bukan untuk melindungi
kita tetapi juga ikut melindung orang disekitar kita atau orang dekat kita
seperti keluarga, jika tidak menggunakan
masker dan terinfeksi virus ini maka akan merugikan diri sendiri dan merugikan
orang yang ada disekitar kita. Upaya lainnya adalah physical distancing atau
jaga jarak antar individu demi menghindari penyebaran virus atau memperlambat
penyebaran covid-19 ini.
Table 1 (Data Terbaru
Kasus COVID-19 di Indonesia)
|
KETERANGAN |
JUMLAH |
|
Positif |
143.043 |
|
Dirawat |
40.460 |
|
Meninggal |
6.277 |
|
Sembuh |
96.306 |
` sumber: https://www.kompas.com/
1. Teknologi
Kondisi saat ini, ditengah pandemic
COVID-19 yang terus merajalelaa di dunia ini menyebabkan, orang yang kurang
peka terhadap teknologi khususnya sangat mengalami kebingungan atau gaptek,
jadi perlu waktu untuk menyesuaikan dengan teknologi yang semakin berkembang
pesat saat ini, seperti contohnya orang tua yang sebelumnya tidak tahu menahu
soal aplikasi untuk pembelajaran di era digitalisasi ini menjadi melek karena
dituntut dengan sendirinya untuk paham terhadap hal tersebut, karena bila orang
tua yang memiliki anak pasti di masa pandemic ini menggunakan sistem online yang menggunakan aplikasi android
maupun ios untuk mengakses mata pelajaran serta untuk mengumpulkan tugas mata
pelajaran anaknya. Bukan hanya orang tua tetapi guru maupun dosen yang belum
menerapkan sistem daring sebagai media pembelajaran maupun pengumpulan tugas,
dituntut sedemkian juga untuk segera menyesuaikan dengan teknologi di era
digitalisasi yang semuanya semakin sederhana dengan ponsel yang ada melalui
aplikasi maupun web untuk mengakses ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Karena
perkembangan teknologi yang pesat dan sangat cepat masih banyak orang yang
belum bisa untuk beradaptasi atau untuk mempelajari suatu hal yang baru
khususnya teknologi yang anggapannya dimasyarakat adalah rumit, tetapi
sebenarnya teknologi membuat hal yang rumit menjadi sederhana, karena fungsi
teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi adalah yang digunakan
untuk mengolah, mendapatkan, memproses, menyusun, menyimpan, dan memanipulasis
data untuk kepentingan- keentingan tertentu. Teknologi tentunya mempunyai
dampak postif dan negatif dalam pelaksanaanya. Adapun dampak negatif dalam
teknologi berbentuk ponsel atau cellphone
yang terjadi pada masa pandemic COVID-19 ini yaitu dampak dari penggunaan
layanan video seperti Zoom/Google
Meet/Microsoft Teams menurut laporan terbaru dari Check Point Research
dilansir di The Verge Selasa
(12/5/2020). Karena banyaknya yang menggunakan layanan aplikasi tersebut banyak
domain dari hacker yang dibuat, dan domain tersebut bisa digunakan sebagai
tautan resmi, yang dapat menjebak prang agar mengunduh Malware atau meretas akses informasi pribadi. Pada tiga minggu
terakhir, alikasi zoom 2,449 domain
terkait zoom terdaftar, serta Check Point Research menetapkan bahwa 32 domain
tersebut berbahaya dan 320 lainnya
mencurigakan. Dari sinilah dampak negative dari teknologi yang bisa rasakan
oleh korban, sehingga perusahaan aplikasi tersebut harus memberikan
perlindungan penuh terhadap pengguna atau pelanggannya. Dampak negatif yang
lain yaitu dengan cepatnya penyebaran informasi seperti hoax seputar COVID-19
khususnya karena salah satu yang disorot secara massif serta terfokus.Yang
dilansir dari www.kominfo.go.id
"Pagi ini ada 474 isu hoaks secara kumulatif, dan secara keseluruhan ada
di sebaran 1.000 lebih isu hoaks di platform digital," kata Menkominfo
Johnny G Plate saat konfrensi pers virtual di Gedung BNPB, Rabu (8/4). Serta
"Kami sampaikan secara keseluruhan ada 1.125 hoaks, kami telah
menyampaikannya ke masing-masing platform digital global. Seperti 785 hoaks di
facebook, instagram 10 , twitter 324, youtube 6," kata Johnny G Plate.
Adapun juga dampak positif dari teknologi di
masa pandemic ini adalah, kita teta bisa melakukan interaksi social secara online , karena kenyataannya COVID-19
menyebabkan menurunnya atau memudarkan interaksi social yang secara alami
sangat dibutuhkan manusia, karena kita ini makhluk sosial yang tidak bisa hidup
sendiri tanpa keberadaan manusia lain, kita bisa melakukan interaksi melalui Instagram, Whatsapp, Line, serta seminar
maupun kelas online bisa diakses atau dapat tatap muka melalui Zoom, Google meet, Hangout terlepas dari
dampak negatifnya, dan kita sebagai siswa atau mahasiswa kita mengumpulkan
tugas dapat secara online dengan aplikasi seperti Edmodo, Eoogle classroom, dsb. Dampak positif teknologi juga bisa
mendukung anjuran pemerintah untuk “stay
at home” atau dirumah saja, karena demi memutus mata rantai COVID-19,
maupun menekan angka positif COVID-19 di Indonesia dengan melakukan belanja online untuk menggantikan belanja di mall untuk sementara waktu, karena untuk
sementara waktu akan ditutup, ini menyebabkan juga dampaknya merembet atau
menyentuh bidang ekonomi para pengusaha offline
. Teknologi yang berdampak positif bagi kelangsungan pendidikan di pandemi,
seperti halnya siswa maupun mahasiswa banyak yang banyak membeli kouta untuk
tetap bisa berkuliah online dan itu
dilakukan dengna frekuensi yang sering dampaknya dapat menguras kantong atau
uangnya dengan ketidakadanya pemasukan, jika bagaimana ada orang tua yang telah
di PHK dari perusahaan, pasti sangat sulit sekali pada masa ini. Tetapi banyak
pihak yang berkontribusi demi kelancaran pendidikan ditengah pandemi ini,
seperti bantuan kouta pada masing-masing universitas, bahkan tutur Mendkbud
Nadiem bahwa guru dan siswa dapat membeli kouta internet mengginakan dana BOS,
kartu perdana indosat juga turut berkontribusi untuk melancarkan kegiatan sekolah
online maupun kuliah online, dengan memberikan banyak kouta
bagi pelanggannya, karena saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) atau
proses.
2. Kesehatan
Kesehatan
adalah suatu hal yang terpenting bagi manusia yang merupakan kegiatan sejahtera
dari badan, jiwa dan social. Tentu kesehatan menjadi yang terutama bagi
manusia, karena dengan sehat manusia bisa terus beraktivitas dalam menunjang
kehidupannya, jika saja terjadi gangguan kesehatan pada manusia maka bisa
dipastikan sangat mengganggu kegiatan maupun aktivitas manusia, seperti
bekerja, belajar, atau melakukan kegiatan lainnya. Karena ketika terjadi
gangguan kesehatan pada manusia maka manusia memerlukan yang namanya pengobatan
dan pemulihan. Itu sangat memakan waktu untuk kembali hidup normal dalam
menjalankan aktivitas normalnya. Dengan demikian, peka terhadap kesehatan
sangat diharuskan oleh semua orang, dengan menjaga pola makan, serta kegiatan
olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu ciri dari kesehatan yaitu
kebersihan, dengan itu kita bisa menjaga tubuh kita untuk tetap sehat. Tetapi
masih banyak manusia yang belum menjaga kebersihan lingkungannya yang
sejatinmya tahu bahwa ketidakbersihan atau kekumuhan bisa membuat penyakit bagi
lingkungan sekitar.
Dengan pandemic COVID-19 ini kita belajar bahwa pentingnya
kebersihan untuk penunjang kesehatan manusia. Yang sebelumnya belum peka
terhadap kebersihan maupun acuh-tak acuh terhadap kebersihan, dengan adanya
COVID-19 masyarakat bisa belajar untuk selalu menjaga diri serta lingkungannya
bersih demi terhindarnya dari penyakit. Bahkan menjadi sangat protektif
terhadap dirinya, seperti penggunaan masker dan sering mencuci tangan dengan
sabun, maupun sedia hand sanitizer untuk
membersihkan kuman, baketeri, bahkan virus yang nmenempel ada tangan. Dengan
adanya pandemic ini menjaga tangan agar tetap bersih dapat menjadi culture pada kehidupan masyarakat. Serta
senantiasa menggunakan masker untuk menghindari virus, baketri, maupun bisa
mencegah terkontaminasinya paru-paru terhadap debu dan lain-lain yang ada
diudara yang berdampak negatif bagi tubuh. Dengan adanya pandemic ini,
pemerintah menganjurkan untuk seluruh toko, rumah makan, dll, untuk menyediakan
air dan sabun untuk cuci tangan ataupun menyediakan hand sanitizer , setiap orang yang pergi untuk melakukan sesuatu
dituntut untuk cuci tangan atau membersihkan tangan, ini akan membiasakan orang
untuk selalu menjaga tangannya tetap dalam keaadaan bersih.
Selain itu kesehatan kita bisa menjaga kesehatan dengan
cara mengonsumsi makanan maupun minuman yang begizi dan berbenefit baik bagi
tubuh. Atau yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh seperti vitamin, mineral,
dll.
3. Sosial
Manusia
mempunyai status yaitu makhluk social yang pada dasarnya tidak bisa hidup tanpa
orang lain disekitarnya, mengapa demikian? Karena manusia selalu melakukan
kontak individu antar individu, individu antar kelompok dan saling melakukan
interaksi social antara kedua subjeknya. Setiap sendi kehidupan masyarakat
selalu mengalami suatu perubahan. Salah satu perubahan yang sering terjadi di
kehidupan masyarakat ialah perubahan social, Perubahan social merupakan
pendekatan sosiologi, yang mempunyai makna yaitu suatu perubahan yang
mempengaruhi suatu sistem social, perilaku, nilai-nilai sikap dalam suatu
kelompok masyarakat, oleh karena itu, perubahan-perubahan itu terjadi kemudian
yang turut serta memengaruhi segi struktur dengan masyarakat lainnya. Salah
satu kasus dinyatakan WHO sebagai pandemic global yaitu dengan adanya Coronavirus atau yang kerap disebut Covid-19. Covid-19
merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat yang dapat membuat banyak kasus
di dunia. Dengan kasus ini yang membawa kedaruratan kesehatan penduduk bumi,
kita dapat melihat bahwa benang merah antara kasus Covid-19 dan dampaknya
terutama dibidang social karena penyebarannya yang cepat melalui kontak manusia
antar manusia. Dengan social media banyak orang yang sangat bersimpati terhadap
korban covid-19 dengan berdonasi melalui social media seperti youtube,
instagram dll. Bukan hanya peduli dengan korban dari covid-19, namun
penggalangan dana itu ada yang melakukan untuk membagikan masker dan hand
sanitizer kepada publik untuk mengaplikasikan upaya pencegahan covid-19 yang
semaki hari korbannya positifnya semkin meningkat. Penggalangan dana atau
donasi juga dilakukan untuk memenuhi APD (Alat Pelindung Diri) yang cadangannya
kurang memadai untuk tim medis, yang diperlukan seperti masker n95 atau
ekuivalen, baju hizmut, pelindung mata, apron, penutup kepala, sarung tangan
sekali pakai. Itulah kekuataan social yang berbasis teknologi atau media
social. Jadi, dari andemi COVID-19 ini kita bisa sadar bahwa kita makhluk
social yang membutuhkan orang lain, contohnya artis yang megadakan konser di
social media untuk penggalangan dana, mereka juga membutuhkan patner atau artis
lainnya untuk melaksanakan programnya, dan tentunya audience sasarannya, jadi betapa saling ketergantungannya kita
sebagai manusia.
4. Ekonomi
Pandemi global yakni wabah covid-19 yang sangat dapat
mengubah suatu tatanan ekonomi yang bukan hanya Cina sebagai asal dari virus
tersebut tetapi hampir seluruh negara merasakan dampak ekonomi dari wabah
covid-19 ini. Banyak usaha yang sepi bahkan tidak menutup kemungkinan gulung
tikar karena tidak adanya pemasukan, yang ada hanya pengeluaran, jika dalam
jangka waktu yang lama dalam dunia perekonomian dunia dapat mengakibatkan
semakin lemahnya ekonomi baik mikroekonomi maupun makroekonomi suatu negara.
Dan jalur distribusi logistic menjadi sangat terganggu, bila dalam jangka waktu
yang lama ekonomi Indonesia bisa sangat buruk ditambah lagi masalah ekonomi
yang sebelum adanya wabah covid-19 ditambah dengan kasus pandemic ini. Serta
dampak kerugiaan seluruh negara akibat wabah ini bisa sangat merugikan dan
menambah beban, pemulihan ekonomi tidak sebentar atau mudah hanya dengan
memutartelapak tangan, karena menstabilkan ekonomi khususnya di Indonesia yang
jumlah penduduknya banyak danwilayahnya luat, pemerataan ekonomi un menjadi
terganggu. Bila kasus pandemic covid-19 ini dibandingkan dengan kasus wabah
SARS 2002 – 2003 yang juga berasal dari Cina, dampak negatiof dalam
perekonomian akan jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kasus SARS. Karena
Covid-19 memang benar massif penyebarannya bahkan hampuir seluruh negara di
dunia.
Berdasarkan
kategori barang konsumsi, barang modal, serta bahan baku sepanjang bulan
Januari hingga Desember 2019, sangat jelas ketergantungan Indonesia terhadap
Cina. Dari ketiga kategori tersebut barang-barang yang diimpor dari Cina
sebanyak 37% barang konsumsi, 25% bahan baku penolong, dan 44% barang modal
jelas diimpor dari China.

Dalam hal investasi langsung,
selama 5 tahun terakhir (2016—2019), Indonesia menerima investasi China sebesar
US$13,2 miliar serta menjadi peringkat ketiga terbesar bagi Indonesia. Dampak dari kelangkaan bahan baku yang masih
ketergantungan dengan Cina, maka kasus ini akan membawa dampak atau gangguan
bagi industry manufaktur. Serta berdampak kenaikan inflasi yang tinggi, inflasi
dapat terjadi karena kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation) , serta inflasi karena bertambahnya atau naiknya Uang yang beredar (Quantity Theori Inflation).
Di sisi lain, dengan inflasi yang
tinggi, tentu rumah tangga akan menurunkan bkonsumsinya. Padahal kontribusi
terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini adalah konsumsi rumah
tangga. Disamping itu, inflasi yang tinggi bisa mengakibatkan rumah tangga akan
menurunkan konsumsinya. Sementara itu kontribusi yang terbesar dari pertumbuhan
ekonomi Indonesia sejauh ini adalah konsumsi rumah tangga. Melihat dampak
negatif dari pandemi ini dapat menyebabkan kemerosotan ekonomi, dan kerugiannya
sangat massif, terutama di bidang ekonomi, sebagai idang yang sangat penting di
suatu negara.
Sumber: