Selasa, 07 September 2021

MY FIFTH SEMESTER (PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA)

                                                         MY FIFTH SEMESTER

Mimpi adalah sebuah fenomena dimana kita teobsesi dan mau tidak mau harus mengejarnya. Mimpi juga bisa disebut dengan tujuan yang ingin kita capai dimasa tertentu dan ketika bisa meraihnya maka kita bisa sangat puas terhadap perjuangan uyang selama ini dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Kadangkala mimpi itu bisa juga disebut halu, halu adalah aktivitas yang sangat boleh banget dan dianjurkan bagi setiap orang yang mempunyai mimpi yang besar. Dengan begitu, motivasi yang tumbuh akan semakin kuat apalagi bila dipupuki oleh bebarapa kilo cemoohan orang. Maka itu akan membuat diri kita semkin bergejolak untuk bisa semakin mendapatkan mimpir tersebut. Ditengah situasi sedang meraih mimpi, aku duduk di kursi belajarku dan melihat-lihat beranda di Instagram. Aku melihat postingan pada akun universitasku saat ini yaitu saat itu aku melihat di akun Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Di akun tersebut ada sebuah tulisan yang mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang berhasil lolos dalam program Indonesian International Student Mobility Awards.  Ternyata program tersebut adalah salah satu program unggulan dari kemendikbud. Dan itu seperti program pertukaran mahasiswa atau yang kerap disebut exchange ke luar negeri. Setelah itu aku melihat program tersebut namanya adalah kampus merdeka yang menaungi beberapa program-program seperti yang aku sebutkan tadi. Lalu aku melihat laman kampus merdekka dan ternyata banyak sekali program-program yang ditawarkan. Dan mataku sangat tertahan pada tulisan pertukaran mahasiswa mereka yang merupakan program seperti pertukaran mahasiswa tetapi dalam wilayah lokal (pulau). Aku langsung cari tahu banyak hal tentangt program tersebut karena ternyata belum dibuka pendaftarannhya. Lalu tiba saatnya pendaftaran dibuka. Sebelum memutuskan untuk mendaftar program tersebut aku sangat gundah dan banyak pertimbangan yang muncul dikepala perihal program tersebut. Tetapi dengan tekad yang luar biasa untuk bisa keluar dari zona nyaman maka saya sangat antusias untuk mendaftar program pertukaran pelajar walaupun antar pulau dan universitas yang ada di Indonesia. Lagipula kita juga bisa ditempatkan atau mempunyai kesempatan untuk bisa belajar di perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia sesuai dengan keberuntungan. Setelah itu langsung saja saya download semua file yang ada di laman kampus merdeka bagian pertukaran mahasiswa merdeka dan saya mengontak kepala program studi saya untuk berkonsultasi tentang mata kuliah. Pada waktu itu saya sedang mencetak beberapa persyaratan seperti pakta integritas, persetujuan orang tua, daftar mata kuliah daring yang diambil. Sebelum tiba waktunya untuk menghadap kepala program studi Bahasa Inggris, hari-hari sebelum ini aku telah menghabiskan waktu untuk memikirkan mata lkuliah apa saja yang akan maupun yang saya tertarik untuk mempelajari hal tersebut. Dikarenakan sesuai namanhya yaitu program kampus merdeka, yang jelas sifat dalam memilih mata kuliah tersebut juga merdeka alias bebas. Pada waktu itu aku memikirkan tentang mata kuliah yang berkaitan dengan program studiku yaitu linguistic seperti linguistic forensic dll. Karena saya akhir-akhir ini tertarik kepada bidang tersebuta yang merupakan ilmu interdisipliner antara ilmu linguistic dan ilmu hokum. Selain aku juga memilih mata kuliah yang berkaitan dengan pariwisata. Tetapi tidak semudah itu aku memilih beberapa mata kuliah yang akan aku tempuh diluar universitas asalku. Tetapi sayangnya mata kuliah yang kita pilih harus ada kaitanya dengan mata kuliah yang ada di program studi kita dan baru bisa dikonversi. Yang penting dalam memilih pertimbangan tentang hal tersebut jangan sampai memilih mata kuliah yang benar-benar tidak ada kaitanya karena itu hanya akan masuk ke dalam surat pendamping ijazah dan tidak bisa dikonversikan dalam satuan kredit semester. Dalam program ini sks yang diakui hanya 20 sks, jadi kita harus banyak-banyak menghabiskan wkatu untuk memikirkan perihal mata kuliah. Ada tips dan trik dalam memilih mata kuliah dalam program ini, kalian yang tertarik dengan program ini sangat disarankan untuk tidak terlalu acrobat berbasis kebebasan dalam memilih mata kuliah. Lalu, jangan mempertimbangkan dan jangan mencari mata kuliah yang tersedia dikurikulum prodi kalian di semester genap. Contohnya saya yang tidak mencari mata kuliah yang tidak berhubungan dengan mata kuliah semester 6, karena sekarang saya dudukl dibangku semester 5. Karena jika kalian memilih mata kuliah yang bisa dikonversikan dengan mata kuliah yanga da di kurikulum semester 6, maka waktu kalian beranjak ke semester genap kalian akan kehilangan sks atau kalian hanya bisa meengambil sks yang sedikit. Tips selanjutnya, lihat kurikulum program studi bagian mata kuliah pilihan, karena biasanya sangat banyak pilihannya. Dan mungkin juga bisa dikonversi dengan mata kuliah yang akan anda ambil.

Setelah beberapa mata kuliah yang saya ambil dan sudah dicetak, aku langsung terbang dari tempat cetak saya menuju ke ruangan kepala program studi, kaprodiku biasanya dipanggil ma’am maya. Lalu ketika saya bertemu dengan beliau, dia juga sangat kooperatif dalam memberi masukan tentang mata kuliah yang saya ambi. Lalu, akhirnya saya merombak pilihan-pililhan mata kuliah saya dan mengambil sesuai dengan nasehat beliau serta mata kuliah yang saya minati dan tentunya bisa dikonveris dengan mata kuliah yang ada di program studi. Diskusi berlangsung sangat lama karena memang bukan hal yang mudah untuk segera diputuskan dan pertimbangan yang ada juga tida semidah membalikkan tangan. Lalu ketika sudah lama didalam ruangan tersebut, aku pun juag masih memikirkan tentang mata kuliah yang akan saya pilih. Pada waktu itu aku sampai kehausan, dan akhirnya saya keluar dari ruangan tersebut tetapi dengan PR untuk segera memutuskan mata kuliah yang diambil. Setelah itu saya langsung menuju kea rah penjual es the, yang kalau siang hari memang es the adalah minuman yang tepat untuk dikonsumsi. Tetapi tiba-tiba rintik-rintik hujan dating dan setelah membeli es the saya memutuskan untuk ke kontrakan teman saya yaitu Yuni. Dalam situasiku yang sangat bingung karena mata kuliah, temanku juga sangat bingung lahasil dalam kondisi yang aku sedang overthingkin dia bertanya-tanya tentang program namun aku sangat senang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dia namanya Nadya. Dia juga sepertinya ingin mengikuti prpgram ini tetapi dnegan beberapa pertimbangan dia tidak jadi mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka ini. Sesampainya di kontrakan Yuni yang disitu juga ada Ivana yang merupakan teman kelasku. Disitu aku sudha berpikiran la njut atau mundur karena aku seperti orang yang berpikir tanpa ujung disitu aku sangat capek ssekali untuk memikirkan tentang mata kuliah dan sks hingga berpikiran untuk tidak jadi ikut. Tetapi disisi lain, ma’am Maya telah membantuku berpikir tentang mata kuliah yang bisa diambil dan disetujui perkara konversi. Hari demi hari aku lalui dengan berhias overthingking yang selalu aku lakukan dengan memikirkan sks, sks, sks, matkul, matkul, dan matkul. Hingga pada saat itu pilihanku adalah Gender dan Hubungan Internasional, Tourism Planning, Sosiolinguistics, dan Digital Public Relation. Beberapa matkul yang aku pilih sudah melalui tahap pemikiran yang kritis, perhitungan sks, perhitungan jangka panjang, karena dalam membuat keputusan kita harus bisa memikir dengan banyak sisi dan itu yang aku lakukan sehingga sudah bisa memutuskan perihal pemilihan mata kuliah. Untunglah, pada waktu itu kaprodiku menyetujui pilihan mata kuliah beserta sks yang aku putuskan. Setelah itu, pengajuan persetujuan dekan Fakultasku yaitu Fakultas Ilmu Komunikasi. Dan aku sangat bersyukur karena lembar persetujuan dekan tidak mengharuskanku untuk menunggu lama dan itu membuat aku sangat lega. Setelah lembar persetujuan dari dekan terbit dan dikirimkan kepadaku, akupun langsung mengugah ke laman MBKM bagian Pertukaran mahasiswa merdeka. Akhirnya semua telah aku selesaikan persyaratanya dengan lengkap. Disini, lagi lagi aku bersyukur, karena beberapa temanku belum bisa mengugah dokumen yang diperlukan dengan lengkap, contohnya surat rekomendasi dari dekan tetapi aku sudah mengunggahnya. Akhirnya tinggal menunggu pengumuman lolos dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini. Dan aku inget banget kalau membutuhkan waktu yang lama untuk menuju ke tanggal pengumuman tersebut.

Di sela-sela aku menunggu dengan harapan yang sedikitt, aku banyak mengikuti kegiatan seperti organisasi, volunteer, maupun kepanitiaan. Untunglah pada masa itu banyak kegiatan sehingga aku tidak gabut di kamar haha. Hectic mengguncang hidupku, tapi entah kenapa aku suka dengan semua yang aku lakukan meskipun kadang bingung, belibet, dan capek karena kegiatan yang tidak kunjung selesai. Sembari mengikutoi banyak sekali kegiatan, ada kabar jika covid-19 melonjak dan semula program PMM oini dilakukan secara luring maka terdengar kabar jika akan dilakukan secara daring. Aku mengetahui hal itu sebenarnya tidak kaget karena emang wajar jika kondisi bumi seperti Indonesia yang seperti ini tidak baik jika berpergian terlalu jauh dan dengan masa yang banyak yang berpindah ke pulau satu ke pulau yang lainnya. Dan pada waktu itu aku dalam kondiri, yaudahlah mending di Perguruan Tinggi sekarang ini karena tidak ada bedanya jika harus terus zoom maupun menggunakan LMS di laptop dan harus mantengin laptop mulu. Pada waktu itu aku sangat berharap tidak keterima di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini. Akhirnya aku mengikuti waktu dengan tidak memikirkan tentang program ini. Tetapi entah mengapa kurang seminggu pengumuman itu aku sangat ingin sekali ada email masuk perihal lolos program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Dan diwaktu itu sangat takut gagal, gatau kenapa, bahkan sampai mager melakukan sesuatu karena aku orangnya emang gitu kalau menunggu sebuah pengumuman. Meskipun gagal atau lolos aku berharap kalau pengumuman itu segera diumumkan. Akhirnya hari dimana waktunya pengumuman telah hadir, disitu aku banyak sekali waktu untuk aku membuka email, menutup email atau cek email secara berkala. Itu aku lakukan dari bangun pagi, pagi hari, siang hari, dan sore hari ternyata belum ada pengumuman. Karena terlalu takut tidak keterima program, tersebut maka aku memutuskan untuk mencoba mendaftar program magang. Lumayan juga ya kalau lolos bisa dapat pengalaman magang. Lalu aku pun daftar, hingga dapat email sebuah tugas atau seleksi dari perusahaan yang aku daftar. Nah, itu akan aku kerjakan jika nanti malam aku gagal dalam program PMM. Dan akhirmnya pengumuman itu diumukan jam 9 malam. Betapa tidak tenangnya aku dan teman-temanku karena menunggu pengumuman yang tak kunjung diumumkan. Setelah aku buka, tidak ada tanda-tanda lolos, sednagkan banyak temnaku di dalam satu grup unofficiall PMM mendpaatkan kabart jika ia lolos. Disitu aku “yaudahlah” haha dan udah curhat ke temenku kalau yaudahlah gak apa kalau gak lolos ntar mau ngumpulin tugas untuk seleksi magang haha.  Eh, tapi setelah itu PIC atau coordinator dari kampusku memberikan data mahasiswa yang lolos, dnegan iseng aku liat dan dengan hopeless eh aku buka, namaku dinomor pertama, lalu aku senang sih dan ternyata kenapa di akun MBKM ku tidak ada tanda-tanda lolos karena aku daftar program lain. Otomatis besok aku baru bisa melihat keterangan lolos di akun MBKM-ku karena jika aku tidak mengungmpulkan tugas seleksi dari program magang besok otomatis itu akan gagal. Pada waktu itu aku sangat bersyukur sekali atas berkat Tuhan. Keesokan harinya aku mendapat banyak sekali ucapan dari dosen, teman-teman, dan beberapa akun ormawa. Aku di chat sama ketua HMPS ku, dan aku disuruh edit flyer ucapamn untuk diriku sendiroi. Lihat! Betapa anehnya wkwk, sebenarnya nggak aneh karena aku memang bagian editing di HMPS 2020/2021. Lalu aku menampar pipiki, dan bertanya-tanya apakah ini bisa disebut prestasi? Aku sama sekali belum pernah fotoku ditaruh feed IG dengan ucapan congratulations. Dan itu adalah pertama kalinya haha.

Eitsssssssssssss…… setelah bersyukur dan lumayan senang terhadap hasil pengumuman.setelah itu ada bebarapa kendala yang bikin aku sampai STRESS

Jangan lupa saksikan episode 2