MY FIFTH SEMESTER
Mimpi
adalah sebuah fenomena dimana kita teobsesi dan mau tidak mau harus
mengejarnya. Mimpi juga bisa disebut dengan tujuan yang ingin kita capai dimasa
tertentu dan ketika bisa meraihnya maka kita bisa sangat puas terhadap
perjuangan uyang selama ini dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Kadangkala
mimpi itu bisa juga disebut halu, halu adalah aktivitas yang sangat boleh
banget dan dianjurkan bagi setiap orang yang mempunyai mimpi yang besar. Dengan
begitu, motivasi yang tumbuh akan semakin kuat apalagi bila dipupuki oleh
bebarapa kilo cemoohan orang. Maka itu akan membuat diri kita semkin bergejolak
untuk bisa semakin mendapatkan mimpir tersebut. Ditengah situasi sedang meraih
mimpi, aku duduk di kursi belajarku dan melihat-lihat beranda di Instagram. Aku
melihat postingan pada akun universitasku saat ini yaitu saat itu aku melihat
di akun Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Di akun tersebut ada sebuah
tulisan yang mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang berhasil lolos dalam program
Indonesian International Student Mobility
Awards. Ternyata program tersebut
adalah salah satu program unggulan dari kemendikbud. Dan itu seperti program
pertukaran mahasiswa atau yang kerap disebut exchange ke luar negeri. Setelah itu aku melihat program tersebut
namanya adalah kampus merdeka yang menaungi beberapa program-program seperti
yang aku sebutkan tadi. Lalu aku melihat laman kampus merdekka dan ternyata
banyak sekali program-program yang ditawarkan. Dan mataku sangat tertahan pada
tulisan pertukaran mahasiswa mereka yang merupakan program seperti pertukaran
mahasiswa tetapi dalam wilayah lokal (pulau). Aku langsung cari tahu banyak hal
tentangt program tersebut karena ternyata belum dibuka pendaftarannhya. Lalu
tiba saatnya pendaftaran dibuka. Sebelum memutuskan untuk mendaftar program
tersebut aku sangat gundah dan banyak pertimbangan yang muncul dikepala perihal
program tersebut. Tetapi dengan tekad yang luar biasa untuk bisa keluar dari
zona nyaman maka saya sangat antusias untuk mendaftar program pertukaran
pelajar walaupun antar pulau dan universitas yang ada di Indonesia. Lagipula
kita juga bisa ditempatkan atau mempunyai kesempatan untuk bisa belajar di
perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia sesuai dengan keberuntungan.
Setelah itu langsung saja saya download semua file yang ada di laman kampus
merdeka bagian pertukaran mahasiswa merdeka dan saya mengontak kepala program
studi saya untuk berkonsultasi tentang mata kuliah. Pada waktu itu saya sedang
mencetak beberapa persyaratan seperti pakta integritas, persetujuan orang tua,
daftar mata kuliah daring yang diambil. Sebelum tiba waktunya untuk menghadap
kepala program studi Bahasa Inggris, hari-hari sebelum ini aku telah
menghabiskan waktu untuk memikirkan mata lkuliah apa saja yang akan maupun yang
saya tertarik untuk mempelajari hal tersebut. Dikarenakan sesuai namanhya yaitu
program kampus merdeka, yang jelas sifat dalam memilih mata kuliah tersebut
juga merdeka alias bebas. Pada waktu itu aku memikirkan tentang mata kuliah yang
berkaitan dengan program studiku yaitu linguistic seperti linguistic forensic
dll. Karena saya akhir-akhir ini tertarik kepada bidang tersebuta yang
merupakan ilmu interdisipliner antara ilmu linguistic dan ilmu hokum. Selain
aku juga memilih mata kuliah yang berkaitan dengan pariwisata. Tetapi tidak
semudah itu aku memilih beberapa mata kuliah yang akan aku tempuh diluar
universitas asalku. Tetapi sayangnya mata kuliah yang kita pilih harus ada
kaitanya dengan mata kuliah yang ada di program studi kita dan baru bisa
dikonversi. Yang penting dalam memilih pertimbangan tentang hal tersebut jangan
sampai memilih mata kuliah yang benar-benar tidak ada kaitanya karena itu hanya
akan masuk ke dalam surat pendamping ijazah dan tidak bisa dikonversikan dalam
satuan kredit semester. Dalam program ini sks yang diakui hanya 20 sks, jadi
kita harus banyak-banyak menghabiskan wkatu untuk memikirkan perihal mata
kuliah. Ada tips dan trik dalam memilih mata kuliah dalam program ini, kalian
yang tertarik dengan program ini sangat disarankan untuk tidak terlalu acrobat
berbasis kebebasan dalam memilih mata kuliah. Lalu, jangan mempertimbangkan dan
jangan mencari mata kuliah yang tersedia dikurikulum prodi kalian di semester
genap. Contohnya saya yang tidak mencari mata kuliah yang tidak berhubungan
dengan mata kuliah semester 6, karena sekarang saya dudukl dibangku semester 5.
Karena jika kalian memilih mata kuliah yang bisa dikonversikan dengan mata
kuliah yanga da di kurikulum semester 6, maka waktu kalian beranjak ke semester
genap kalian akan kehilangan sks atau kalian hanya bisa meengambil sks yang
sedikit. Tips selanjutnya, lihat kurikulum program studi bagian mata kuliah
pilihan, karena biasanya sangat banyak pilihannya. Dan mungkin juga bisa
dikonversi dengan mata kuliah yang akan anda ambil.
Setelah
beberapa mata kuliah yang saya ambil dan sudah dicetak, aku langsung terbang
dari tempat cetak saya menuju ke ruangan kepala program studi, kaprodiku
biasanya dipanggil ma’am maya. Lalu ketika saya bertemu dengan beliau, dia juga
sangat kooperatif dalam memberi masukan tentang mata kuliah yang saya ambi.
Lalu, akhirnya saya merombak pilihan-pililhan mata kuliah saya dan mengambil
sesuai dengan nasehat beliau serta mata kuliah yang saya minati dan tentunya
bisa dikonveris dengan mata kuliah yang ada di program studi. Diskusi
berlangsung sangat lama karena memang bukan hal yang mudah untuk segera
diputuskan dan pertimbangan yang ada juga tida semidah membalikkan tangan. Lalu
ketika sudah lama didalam ruangan tersebut, aku pun juag masih memikirkan
tentang mata kuliah yang akan saya pilih. Pada waktu itu aku sampai kehausan,
dan akhirnya saya keluar dari ruangan tersebut tetapi dengan PR untuk segera
memutuskan mata kuliah yang diambil. Setelah itu saya langsung menuju kea rah
penjual es the, yang kalau siang hari memang es the adalah minuman yang tepat
untuk dikonsumsi. Tetapi tiba-tiba rintik-rintik hujan dating dan setelah
membeli es the saya memutuskan untuk ke kontrakan teman saya yaitu Yuni. Dalam
situasiku yang sangat bingung karena mata kuliah, temanku juga sangat bingung
lahasil dalam kondisi yang aku sedang overthingkin dia bertanya-tanya tentang
program namun aku sangat senang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dia
namanya Nadya. Dia juga sepertinya ingin mengikuti prpgram ini tetapi dnegan
beberapa pertimbangan dia tidak jadi mengikuti program pertukaran mahasiswa
merdeka ini. Sesampainya di kontrakan Yuni yang disitu juga ada Ivana yang
merupakan teman kelasku. Disitu aku sudha berpikiran la njut atau mundur karena
aku seperti orang yang berpikir tanpa ujung disitu aku sangat capek ssekali
untuk memikirkan tentang mata kuliah dan sks hingga berpikiran untuk tidak jadi
ikut. Tetapi disisi lain, ma’am Maya telah membantuku berpikir tentang mata
kuliah yang bisa diambil dan disetujui perkara konversi. Hari demi hari aku
lalui dengan berhias overthingking yang selalu aku lakukan dengan memikirkan
sks, sks, sks, matkul, matkul, dan matkul. Hingga pada saat itu pilihanku
adalah Gender dan Hubungan Internasional, Tourism Planning, Sosiolinguistics,
dan Digital Public Relation. Beberapa matkul yang aku pilih sudah melalui tahap
pemikiran yang kritis, perhitungan sks, perhitungan jangka panjang, karena
dalam membuat keputusan kita harus bisa memikir dengan banyak sisi dan itu yang
aku lakukan sehingga sudah bisa memutuskan perihal pemilihan mata kuliah.
Untunglah, pada waktu itu kaprodiku menyetujui pilihan mata kuliah beserta sks
yang aku putuskan. Setelah itu, pengajuan persetujuan dekan Fakultasku yaitu
Fakultas Ilmu Komunikasi. Dan aku sangat bersyukur karena lembar persetujuan
dekan tidak mengharuskanku untuk menunggu lama dan itu membuat aku sangat lega.
Setelah lembar persetujuan dari dekan terbit dan dikirimkan kepadaku, akupun
langsung mengugah ke laman MBKM bagian Pertukaran mahasiswa merdeka. Akhirnya
semua telah aku selesaikan persyaratanya dengan lengkap. Disini, lagi lagi aku
bersyukur, karena beberapa temanku belum bisa mengugah dokumen yang diperlukan
dengan lengkap, contohnya surat rekomendasi dari dekan tetapi aku sudah mengunggahnya.
Akhirnya tinggal menunggu pengumuman lolos dari program Pertukaran Mahasiswa
Merdeka ini. Dan aku inget banget kalau membutuhkan waktu yang lama untuk
menuju ke tanggal pengumuman tersebut.
Di
sela-sela aku menunggu dengan harapan yang sedikitt, aku banyak mengikuti
kegiatan seperti organisasi, volunteer, maupun kepanitiaan. Untunglah pada masa
itu banyak kegiatan sehingga aku tidak gabut di kamar haha. Hectic mengguncang
hidupku, tapi entah kenapa aku suka dengan semua yang aku lakukan meskipun
kadang bingung, belibet, dan capek karena kegiatan yang tidak kunjung selesai. Sembari
mengikutoi banyak sekali kegiatan, ada kabar jika covid-19 melonjak dan semula program
PMM oini dilakukan secara luring maka terdengar kabar jika akan dilakukan
secara daring. Aku mengetahui hal itu sebenarnya tidak kaget karena emang wajar
jika kondisi bumi seperti Indonesia yang seperti ini tidak baik jika berpergian
terlalu jauh dan dengan masa yang banyak yang berpindah ke pulau satu ke pulau
yang lainnya. Dan pada waktu itu aku dalam kondiri, yaudahlah mending di
Perguruan Tinggi sekarang ini karena tidak ada bedanya jika harus terus zoom
maupun menggunakan LMS di laptop dan harus mantengin laptop mulu. Pada waktu
itu aku sangat berharap tidak keterima di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
ini. Akhirnya aku mengikuti waktu dengan tidak memikirkan tentang program ini. Tetapi
entah mengapa kurang seminggu pengumuman itu aku sangat ingin sekali ada email
masuk perihal lolos program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Dan diwaktu itu
sangat takut gagal, gatau kenapa, bahkan sampai mager melakukan sesuatu karena
aku orangnya emang gitu kalau menunggu sebuah pengumuman. Meskipun gagal atau
lolos aku berharap kalau pengumuman itu segera diumumkan. Akhirnya hari dimana
waktunya pengumuman telah hadir, disitu aku banyak sekali waktu untuk aku
membuka email, menutup email atau cek email secara berkala. Itu aku lakukan
dari bangun pagi, pagi hari, siang hari, dan sore hari ternyata belum ada
pengumuman. Karena terlalu takut tidak keterima program, tersebut maka aku
memutuskan untuk mencoba mendaftar program magang. Lumayan juga ya kalau lolos
bisa dapat pengalaman magang. Lalu aku pun daftar, hingga dapat email sebuah
tugas atau seleksi dari perusahaan yang aku daftar. Nah, itu akan aku kerjakan
jika nanti malam aku gagal dalam program PMM. Dan akhirmnya pengumuman itu
diumukan jam 9 malam. Betapa tidak tenangnya aku dan teman-temanku karena
menunggu pengumuman yang tak kunjung diumumkan. Setelah aku buka, tidak ada
tanda-tanda lolos, sednagkan banyak temnaku di dalam satu grup unofficiall PMM
mendpaatkan kabart jika ia lolos. Disitu aku “yaudahlah” haha dan udah curhat
ke temenku kalau yaudahlah gak apa kalau gak lolos ntar mau ngumpulin tugas
untuk seleksi magang haha. Eh, tapi
setelah itu PIC atau coordinator dari kampusku memberikan data mahasiswa yang
lolos, dnegan iseng aku liat dan dengan hopeless
eh aku buka, namaku dinomor pertama, lalu aku senang sih dan ternyata
kenapa di akun MBKM ku tidak ada tanda-tanda lolos karena aku daftar program
lain. Otomatis besok aku baru bisa melihat keterangan lolos di akun MBKM-ku
karena jika aku tidak mengungmpulkan tugas seleksi dari program magang besok
otomatis itu akan gagal. Pada waktu itu aku sangat bersyukur sekali atas berkat
Tuhan. Keesokan harinya aku mendapat banyak sekali ucapan dari dosen, teman-teman,
dan beberapa akun ormawa. Aku di chat sama ketua HMPS ku, dan aku disuruh edit
flyer ucapamn untuk diriku sendiroi. Lihat! Betapa anehnya wkwk, sebenarnya
nggak aneh karena aku memang bagian editing di HMPS 2020/2021. Lalu aku
menampar pipiki, dan bertanya-tanya apakah ini bisa disebut prestasi? Aku sama
sekali belum pernah fotoku ditaruh feed IG dengan ucapan congratulations. Dan
itu adalah pertama kalinya haha.
Eitsssssssssssss……
setelah bersyukur dan lumayan senang terhadap hasil pengumuman.setelah itu ada
bebarapa kendala yang bikin aku sampai STRESS
Jangan lupa
saksikan episode 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar