Jumat, 24 Januari 2020

BENANG MERAH ANTARA SOSIAL DAN BUDAYA SEBAGAI KONTRIBUTOR PENGEMBANGAN PRILAKU MASYARAKAT INDDONESIA


Selamat pagi/siang/sore/malam kawanerz, jadi ini adalah artikel pertama aku yang aku publikasikan di blog ku semoga bermanfaat, oh iya bukan hanya artikel saja tapi aku akan publish juga cerpen, puisi, tentang bahasa inggris dan lain-lain stay tune yaa!!!



Social and Cultural Contribution of Behavior Among Indonesian Society

BENANG MERAH ANTARA SOSIAL DAN BUDAYA SEBAGAI KONTRIBUTOR PENGEMBANGAN PRILAKU MASYARAKAT INDONESIA





Menurut W.J.S. Poerwadarminta, dalam kamus Bahasa Indonesia miliknya, social dimaknai dengan semua atau segala sesuatu yang mempunyai kaitan masyarakat atau kemasyarakatan yang suka memperhatikan kepentingan umum, sedangkan budaya berasal dari kata Sans dan Bodhya yang bermakna akal budi serta pikiran yang diartikan sebagai segala hal yang dibuat manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya, dari dua premis tersebut maka bisa disimpulkan bahwa social budaya adalah segala hal yang dibuat atau diciptakan manusia dengan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta, rasa, dan karsa dalam kehidupan bermasyarakat. Ilmu social budaya adalah suatu pengetahuan  merupakan suatu dasar aspek yang ada dalam kehidupan seorang makhluk social yang berbudaya. Dalam kehidupan bermasyarakat pasti tidak lekang dari keharmonisan budaya seperti budaya yang selalu muncul bnang merah dengan kesosialan dalam masyarakat Sosial dan budaya seringkali disandingkan dalam kehidupan bermasyarakat karena setiap perilaku dalam hubungan bermasyarakat tidak bisa dipisahkan dengan social dan budaya, dibidang social pun jenisnya macam-macam terdapat perubahan social, interaksi social,  sosialisasi, nilai dan norma yang berlaku di daerah setempat, stratifikasi  social ,differensiasi social, integrasi sosal, dan organisasi social yang pelakunya yaitu makhluk social atau manusia yang tidak dapat hidup sendiri yang pastinya semua makhluk ibaratnya seperti manusia, hewan, dan tumbuhan selalu membutuhan makhluk lain dengan demikian ketiga makhluk tersebut demikianlah terciptanya saling ketergantungan satu sama lain. Secara umum ilmu social budaya yang paling dasar bertujuan untuk mengembangkan suatu kepribadian seorang zoon politicon atau makhluk social serta sebagai makhluk budaya yang disebut homo humanaus.

Kumparan  contoh benang merah antara social dan budaya sebagai contributor pengembangan prilaku masyarakat setempat

  1. Dalam Individu

Salah satu contoh social dan budaya dalam bentuk individu yaitu etika salah satu sub nya yaitu perilaku sopan santun. Sopan santun adalah suatu aturan atau tata cara yang berkembang secara turun temurun dalam suatu budaya di masyarakat yang bisa bermanfaat dalam pergualan antar sesama manusia sehingga terjalin suatu hubungan yang akrab, saling pengertian serta saling menghormati (Taryati dalam Suharti : 2004). Sopan santun merupakan perilaku yang mengalirkan sikap positif dari sisi tata cara berbicara dan tata tingkah laku dengan seorang individu yang lebih tua dari kita. Sederhanannya dengan  menghormati atau perilaku terhadap orang yang lebih tua dari kita, maksud dari menghormati disini bukan “hormat grak” .ada beberapa contoh budaya menghormati ditelisik dari tata cara perilaku  dan contoh tata cara bicara  terhadap orang yang lebih tua contohnya yaitu

  1. Menunduk ketika melewati seorang yang lebih tua dari kita sembari bilang ”permisi”
  2. Menggunakan bahasa daerah yang halus, seperti dalam kaidah bahasa Jawa yaitu menggunkan tipe bahasa sesuai dengan kaidahnya, contohnya menggunakan karma alus untuk berbicara terhadap nenek atau kakek dan menggunakan ngoko halus untuk temen sepntaran
  3. Mengucapkan salam tentu tidak boleh lupa supaya lebih sopan terhada orang yang lebih tua
  4. Tidak buru-buru ketika akan  melewati orang tua didepannya
  5. Ketika berbicara mata harus menghadap lawan bicara dan focus

Tetapi tidak bisa dipungkiri sopan santun bisa juga tidak terkekang dengan usia karena dengan sopan santun memberi sinyal bahwa kita menjaga “image” kita atau memberi kesan positif terhadap diri kita sendiri. Benang merah yang terjalin antara social budaya dalam sopan santun ini yaitu bahwa budaya tidak lepas dari interaksi social, budaya sopan santun seperti perilaku dan tata bicara melibatkan seseorang dan berdampak terhadap seseorang, dampak ketika kita tidak sopan santun terhadap orang lain yaitu oang yang melihat kita tidak akan tersinggung dan memandang buruk terhadap sesorang yang tidak sopan terhadapnya atau mendapat cap tidak sopan dan itu akan merugikn dirinya sendiri karena dalam bermasyarakat atau menjalin hubungan social itu perlu nilai kesopanan yang harus disematkan dalam diri sesorang.

  1. Dalam kelompok

Hakekatnya manusia hidup tidak bisa seorang diri dan memerlukan seseorang untuk keberlangsungan hidupnya, dan tidak mungkin manusia bisa hidup seorang sendiri pasti ada campur tangan manusia lain atau saling memerlukan satu sama lain seperti seorang hendak mengangkat barang yang berat pasti tidak mungkin bisa mengangkat sendiri maka memerlukan orang lain untuk melakukan kegiatan tersebu. Dalam membentuk hubungan yang baik dalam bermasyarakat hendaklah kita harus berinteraksi social entah individu dengan individu ataupun berkelompok,contoh social dan budaya yang samai sekarang ini menjarah di kehiduan bermasyarakat yaitu gotong royong, gotong royong adalah budaya masyarakat Indonesia sejaka zaman dulu seperti yang digagas Soekarno dalam Weltanschauung Indonesia. Budaya gotong royong juga membutuhkan bersosial karena kalau kegiatan gotong royong anggota dari kelompok desa atau apapun itu diam semua/ tidak melakukan sosialisasi seperti diskusi untuk memajukan daerahnya dan lain lain, maka tidak tercapainya yang dicita citakan gotong royong itu sendiri. Maka inilah benang merah yang kuat antara kesosialan dan budaya yang ada di Indonesia ini.

Dampak positif

1. Kekeluargaan akan semakin rekat

2.Menambah wawasan, ketika diskusi atau sedang berlangsungnya interaksi sesame anggota maka otomatis akan menambah wawasan yang dimiliki ole her anggota

3.Mencapai tujuan bersama dalam dalam suatu wadah

Dampak negative

1.Jika berbeda asumsi bisa menimbulkan masalah, tetapi solusinya harus dilakukan meditasi,rapat serta lainnya

2.Dewasa ini, banyak sekali geng/kelompok negative seperti geng bullying, geng motor/ kelompok ghibah yang sekarang sangat marak dari kalangan muda dan tua-tua biasanya berkelompok hanya untuk ghibah masalah orang































Tidak ada komentar:

Posting Komentar