Selamat pagi/siang/sore/malam kawanerz, jadi ini
adalah artikel pertama aku yang aku publikasikan di blog ku semoga bermanfaat,
oh iya bukan hanya artikel saja tapi aku akan publish juga cerpen, puisi,
tentang bahasa inggris dan lain-lain stay tune yaa!!!
Social
and Cultural Contribution of Behavior Among Indonesian Society
BENANG MERAH ANTARA SOSIAL DAN BUDAYA SEBAGAI KONTRIBUTOR
PENGEMBANGAN PRILAKU MASYARAKAT INDONESIA
Menurut W.J.S. Poerwadarminta, dalam kamus Bahasa
Indonesia miliknya, social dimaknai dengan semua atau segala sesuatu yang
mempunyai kaitan masyarakat atau kemasyarakatan yang suka memperhatikan
kepentingan umum, sedangkan budaya berasal dari kata Sans dan Bodhya yang
bermakna akal budi serta pikiran yang diartikan sebagai segala hal yang dibuat
manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya, dari dua premis tersebut maka
bisa disimpulkan bahwa social budaya adalah segala hal yang dibuat atau
diciptakan manusia dengan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta, rasa,
dan karsa dalam kehidupan bermasyarakat. Ilmu social budaya adalah suatu
pengetahuan merupakan suatu dasar aspek
yang ada dalam kehidupan seorang makhluk social yang berbudaya. Dalam kehidupan
bermasyarakat pasti tidak lekang dari keharmonisan budaya seperti budaya yang
selalu muncul bnang merah dengan kesosialan dalam masyarakat Sosial dan budaya
seringkali disandingkan dalam kehidupan bermasyarakat karena setiap perilaku
dalam hubungan bermasyarakat tidak bisa dipisahkan dengan social dan budaya,
dibidang social pun jenisnya macam-macam terdapat perubahan social, interaksi
social, sosialisasi, nilai dan norma
yang berlaku di daerah setempat, stratifikasi
social ,differensiasi social, integrasi sosal, dan organisasi social yang
pelakunya yaitu makhluk social atau manusia yang tidak dapat hidup sendiri yang
pastinya semua makhluk ibaratnya seperti manusia, hewan, dan tumbuhan selalu
membutuhan makhluk lain dengan demikian ketiga makhluk tersebut demikianlah
terciptanya saling ketergantungan satu sama lain. Secara umum ilmu social budaya
yang paling dasar bertujuan untuk mengembangkan suatu kepribadian seorang zoon
politicon atau makhluk social serta sebagai makhluk budaya yang disebut homo
humanaus.
Kumparan
contoh benang merah antara social dan
budaya sebagai contributor pengembangan prilaku masyarakat setempat
- Dalam Individu
Salah satu contoh social dan budaya dalam bentuk individu
yaitu etika salah satu sub nya yaitu perilaku sopan santun. Sopan santun adalah
suatu aturan atau tata cara yang berkembang secara turun temurun dalam suatu
budaya di masyarakat yang bisa bermanfaat dalam pergualan antar sesama manusia
sehingga terjalin suatu hubungan yang akrab, saling pengertian serta saling
menghormati (Taryati dalam Suharti : 2004). Sopan santun merupakan perilaku
yang mengalirkan sikap positif dari sisi tata cara berbicara dan tata tingkah
laku dengan seorang individu yang lebih tua dari kita. Sederhanannya dengan menghormati atau perilaku terhadap orang yang
lebih tua dari kita, maksud dari menghormati disini bukan “hormat grak” .ada
beberapa contoh budaya menghormati ditelisik dari tata cara perilaku dan contoh tata cara bicara terhadap orang yang lebih tua contohnya yaitu
- Menunduk ketika melewati seorang yang lebih tua dari kita sembari bilang ”permisi”
- Menggunakan bahasa daerah yang halus, seperti dalam kaidah bahasa Jawa yaitu menggunkan tipe bahasa sesuai dengan kaidahnya, contohnya menggunakan karma alus untuk berbicara terhadap nenek atau kakek dan menggunakan ngoko halus untuk temen sepntaran
- Mengucapkan salam tentu tidak boleh lupa supaya lebih sopan terhada orang yang lebih tua
- Tidak buru-buru ketika akan melewati orang tua didepannya
- Ketika berbicara mata harus menghadap lawan bicara dan focus
Tetapi
tidak bisa dipungkiri sopan santun bisa juga tidak terkekang dengan usia karena
dengan sopan santun memberi sinyal bahwa kita menjaga “image” kita atau memberi kesan positif terhadap diri kita sendiri.
Benang merah yang terjalin antara social budaya dalam sopan santun ini yaitu
bahwa budaya tidak lepas dari interaksi social, budaya sopan santun seperti
perilaku dan tata bicara melibatkan seseorang dan berdampak terhadap seseorang,
dampak ketika kita tidak sopan santun terhadap orang lain yaitu oang yang
melihat kita tidak akan tersinggung dan memandang buruk terhadap sesorang yang
tidak sopan terhadapnya atau mendapat cap tidak sopan dan itu akan merugikn
dirinya sendiri karena dalam bermasyarakat atau menjalin hubungan social itu
perlu nilai kesopanan yang harus disematkan dalam diri sesorang.
- Dalam kelompok
Hakekatnya manusia hidup tidak bisa seorang diri dan
memerlukan seseorang untuk keberlangsungan hidupnya, dan tidak mungkin manusia
bisa hidup seorang sendiri pasti ada campur tangan manusia lain atau saling
memerlukan satu sama lain seperti seorang hendak mengangkat barang yang berat
pasti tidak mungkin bisa mengangkat sendiri maka memerlukan orang lain untuk
melakukan kegiatan tersebu. Dalam membentuk hubungan yang baik dalam
bermasyarakat hendaklah kita harus berinteraksi social entah individu dengan
individu ataupun berkelompok,contoh social dan budaya yang samai sekarang ini
menjarah di kehiduan bermasyarakat yaitu gotong royong, gotong royong adalah
budaya masyarakat Indonesia sejaka zaman dulu seperti yang digagas Soekarno
dalam Weltanschauung Indonesia. Budaya gotong royong juga membutuhkan bersosial
karena kalau kegiatan gotong royong anggota dari kelompok desa atau apapun itu
diam semua/ tidak melakukan sosialisasi seperti diskusi untuk memajukan
daerahnya dan lain lain, maka tidak tercapainya yang dicita citakan gotong
royong itu sendiri. Maka inilah benang merah yang kuat antara kesosialan dan
budaya yang ada di Indonesia ini.
Dampak
positif
1. Kekeluargaan akan semakin rekat
2.Menambah wawasan, ketika diskusi atau sedang
berlangsungnya interaksi sesame anggota maka otomatis akan menambah wawasan
yang dimiliki ole her anggota
3.Mencapai tujuan bersama dalam dalam suatu wadah
Dampak
negative
1.Jika berbeda asumsi bisa menimbulkan masalah, tetapi
solusinya harus dilakukan meditasi,rapat serta lainnya
2.Dewasa ini, banyak sekali geng/kelompok negative seperti
geng bullying, geng motor/ kelompok ghibah yang sekarang sangat marak dari
kalangan muda dan tua-tua biasanya berkelompok hanya untuk ghibah masalah orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar