Rabu, 26 Februari 2020

PermasalahanSampah Plastik di Laut


Permasalahan Sampah Plastik di Laut

  1. PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
    Secara umum pengertian sampah secara umum adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Menurut KBBI pengertian sampah menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi seperti kotoran, daun, kertas dan lain-lain.

Menurut saya sampah adalah suatu bahan yang terbuang dan merupakan bentuk fisik dari suatu kemasan yang sudah tidak berguna,

Jenis-jenis sampah berdasarkan sifatnya:

  1. Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.Contohnya: kulit telur, kotoran manusia, kotoran hewan, sayuran busuk dll.
  2. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Sampah berdasarkan sumbernya:

  1. Sampah pertambangan
  2. Sampah konsumsi
  3. Sampah manusia
  4. Sampah industri
  5. Sampah nuklir
  6. Sampah alam

    Laut merupakan suatu kumpulan air asin dalam jumlah banyak yang luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut.
    Manfaatnya sebagai berikut:

  1. Tempat rekreasi
  2. Tempat hidup  sumber makanan kita seperti ikan, kerang dll
  3. Pembangkit listrik tenaga ombak, pasang surut, angin.
  4. Tempat bahan tambang berada seperti minyak dan gas
  5. Salah satu sumber minuman untuk kelangsungan hidup manusia atau sebagai cadangan air bumi
  6. sebagai jalur transportasi air


  1. Manfaat

  1. GAGASAN

Didalam topik pembahasan ini yang akan menjelaskan tentang permasalahan sampah yang ada di laut dengan subjeknya yaitu manusia dan objeknya adalah laut, latar belakang dari permasalahan ini berada pada manusia yang membuang sampah ke laut, tapi pasti ada faktor-faktor tersendiri mengapa manusia melakukan hal tersebut, adapun faktor pertama yaitu tempat tinggal yang berada di kawasan laut sehingga mungkin tidak ada tempat untuk membuang sampah sehingga memilih untuk membuang sampah ke laut, secara logis mereka belum berpikir panjang terhadap dampak jangka waktu panjang. Faktor yang kedua adalah fungsi laut sendiri salah satunya untuk rekreasi, sering ditemukan bahwa pengunjung seringkli tidak sadar atau tidak peka akan lingkungan laut yang bila terus menerus ditumbuk sampah akan banyak dampaknya dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan laut, serta kurangnya kesadaran masyarakat bahwa kita berada di negara dengan sebutan maritim, seharusnya kemaritimannya dijaga dan dimaknai.

Adapun dampak dari sampah-sampah yang ada dilaut yaitu:

  1. Air menjadi keruh
    Dampak dari banyaknya sampah yang terakumulasi di laut yaitu air menjadi keruh, yang dapat merusak kualitas air yang sebelumnya kualitasnya bagus, dengan adanya kumparan sampah, maka kualitas dari air tersebt menurun. Serta mengganggu estetika citra dari laut yang seharusnya nampak indah dengan warna bening/biru (jika dilihat dari jauh) menjadi keruh dan terdekorasi apungan sampah.

  2. Dapat merusak ekosistem laut
    Dapat merusak ekosistem laut seperti ekosistem yang melibatkan hewan laut, contohnya ekosistem laut ini hanya dihuni oleh biota laut saja mulai dari hewan bersel satu, invertebrata, mamalia sampai dengan beragam tanaman laut seperti terumbu karang dan rumput laut Ekosistem estuari (muara) adalah ekosistem tempat bersatunya air sungai dan air laut. Ekosistem ini sering dipagari lempengan lumpur intertidal dan rawa garam. Salinitas air dalam ekosistem ini berubah bertahap mulai dari daerah tawar ke asing. Salinitas juga dipengaruhi siklus harian pasang surut. Adapun nutrien dari sungai telah memperkaya daerah estuari dan membuat berbagai komonitas tumbuhan seperti rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton dan hidup dan tumbuh subur. Beberapa hewan seperti cacing, kepiting, kerang, dan ikan juga menjadikan ekosistem estuari ini menjadi tempat kawin dan mencari makan. Maka dari itu bila air laut tercemar maka hewan yang ada di laut bisa keracunan dan tewas sehingga ekosistem yang ada di laut terganggu.

  3. Hewan pun isa jadi korban
    Perlu diingat bahwa hewan tidak mempunyai akal budi seperti manusia yang bisa memilih maknan dengan kehendak hati, contoh kasus terdapat pada paus jenis sperma sepanjang 9,5m ditemukan di Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, waktu penemuannya yaitu 19 November 2018. Bahwa di dalam perut paus terdapat 5,9 km sampah plastik, dan sampah lainnya meliputi karung nilon 200 gram, tali raffia 3,260 gram, serpihan kayu 740 gram, sandal jepit 270 gram. Betapa sangat varian sampah yang berada di perut paus tersebut menandakan bahwa masyarakat belum peka terhadap lingkungan dan bersikap acuh tak acuh terhadap masalah laut dan makhluk hidup didalamnya.

  4. Sampah plastic sebagai makanan?
    Tahukah anda? Bahwa sampah plastic yang mengambang menjadikan media untuk ganggang yang ada di laut, ketika ganggang mengurai maka dapat memunculkan bau DMS yaitu dimethyl sulphide. Jadi sampah plastic akan terengaruh oleh bau DMS sehingga hewan laut khususnya ikan otomatis akan menyantap sampah plastic.




Yang diakukan pemerintah yaitu dengan membuat kebijakan-kebijakan baru seperti  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Serta pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut “Perpres itu berisi strategi, program, dan kegiatan yang sinergis, terukur, serta terarah untuk mengurangi jumlah sampah di laut, terutama sampah plastik," kata Siti Nurbaya.

Sekarang pun masyarakat juga harus sadar untuk meminimalisir sampah dengan metode 4r. Pertama yaitu Reduce atau Mengurangi yang menekankan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan kemasan terutama plastik, dan pada industri juga dihimbau agar mengurangi penggunaan plastik, semakin banyak barang yang digunakan semakin banyak juga calon sampah. Kedua, Reuse atau Menggunakan Kembali, hal ini menekankan masyarakat untuk menggunakan kembali barang yang telah digunakan dan menahan untuk membuangnya ke tempat sampah. Ketiga yaitu recycle atau mendaur ulang, kita bisa mendaur ulang sapah-sampah plastic menjadi produk jadi yang bisa menghasilkan pemasukan tambahan. Keempat yaitu replace atau mengganti, kita bisa mengganti produk-produk yang ramah lingkungan atau produk-produk dari hasil kerajinan tangan.

























Daftar Pustaka
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar